DEFINISI DAN SIFAT-SIFAT FLUIDA
Mekanikafluida dan hidrolika adalahbagiandarimekanikaterpakai(Applied Mechanics) yang merupakansalahsatucabangilmupengetahuandasarbagitekniksipil. Mekanikafluida dapatdidefinisikansebagaiilmupengetahuanyang mempelajarisifat-sifatdan hukum-hukumyang berlakusertaperilakufluida (cairandan gas), adapunHidrolika didefinisikansebagaiilmupengetahuanyang mempelajarisifat-sifatdan hukum-hukumyang berlaku, sertaperilakucairanterutamaair baikdalamkeadaandiammaupunbergerakataumengalir.
Didalamkuliahinidiuraikansecarasingkatprinsip-prinsipdasardan contoh-contohsoalsertajawabannyayang meliputihidrostatikadan hirodinamikadalamlingkupteknikpertanian. Hidrolika mempelajarigaya-gayayang bekerjapadabendayang beradadalamcairandalamkeadaandiam, keseimbangangaya-gayayang mengapungdan melayangdalamcairan, sertakeseimbanganrelatif.
Sedangkanhidrodinamikamempelajaricairandalamkeadaanbergerakataumengalirdalamdimensiwaktu(t) dan tigadimensitempat(x,y,z). NamundidalammodulMekanikaFluida inipembahasanterbataspadaalirantetap(tidakberubahmenurutwaktu) satudimensi(hanyaberubahdiarahaliran) saja.
DEFINISI FLUIDA
FLUIDA ADALAH SUATU ZAT YANG MEMPUNYAI KEMAMPUAN BER-UBAH SECARA KONTINYU APABILA MENGALAMI GESERAN, ATAU MEMPUNYAIREAKSI TERHADAP TEGANGAN GESER SEKECILAPAPUN.DALAM KEADAAN DIAM ATAU DALAM KEADAAN KESEIMBANGAN, FLUIDA TIDAK MAMPU MENAHAN GAYA GESER YANG BEKERJA PADANYA,DAN OLEH SEBAB ITU FLUIDA MUDAH BERUBAHBENTUK TANPA PEMISAHAN MASSA.
SIFAT FLUIDA
(1).GAS : Tidakmempunyaipermukaanbebas, dan
massanyaselaluberkembangmengisi
seluruhvolume ruangan, sertadapat
dimampatkan.
(2).CAIRAN: mempunyaipermukaanbebas, dan massanya
akanmengisiruangansesuaidenganvolumenya,
sertatidaktermampatkan.
A.DIMENSI: adalahbesaranterukurmewujudkankarakteristiksuatuobyek.1. Massa( m ).2. Panjang( L ).3. Waktu( t ).
B.SATUAN: adalahsuatustandaryang mengukurdimensi, yang penggunaannyaharuskonsistenmenurutsistemsatuanyang digunakan.
Kamis, 27 November 2014
Hidrosatika
Hidrosatika adalah ilmu yang
mempelajari perilaku zat cair dalam keadaan
diam.
Konsep Tekanan
Tekanan :
jumlah gaya tiap satuan luas
dimana ;
p = tekanan (N/m2)
F =
Gaya (N)
A = Luas (m2)
Jenis Aliran Fluida
Jenis Aliran Fluida
1. Aliran Laminer
Aliran dengan fluida yang bergerak dalam lapisan – lapisan, atau lamina–lamina dengan satu lapisan meluncur secara lancar . Dalam aliran laminar
ini viskositas berfungsi untuk meredam kecendrungan terjadinya gerakan relatif antara lapisan. Sehingga aliran
laminar memenuhi hukum viskositas
Newton.
2. Aliran Turbulen
Aliran dimana pergerakan dari partikel – partikel fluida sangat tidak menentu karena mengalami percampuran serta putaran partikel antar lapisan, yang mengakibatkan saling tukar
momentum dari satu bagian fluida kebagian fluida yang
lain dalam skala yang
besar. Dalam keadaan aliran turbulen maka turbulensi yang
terjadi membangkitkan tegangan geser yang
merata diseluruh fluida sehingga menghasilkan kerugian – kerugian aliran.
3. Aliran transisi
Aliran transisi merupakan aliran peralihan dari aliran laminar ke aliran turbulen.
Aliran-aliran fluida tersebut, ditentukan berdasarkan Bilangan
Reynolds, dengan konsep dasar :
dimana ;
V = kecepatan
rata-rata fluida
(m/d)
D =
diameter dalam pipa (m)
ρ = rapat jenis fluida (kg/m3)
µ = viskositas dinamik (Nd/m2)
Kompresibilitas
Kompresibilitas (kemampatan)
yaitu, perubahan (pengecilan) volume krn adanya perubahan (penambahan) tekanan, yang ditunjukan oleh perbandingan antara perubahan tekanan dan perubahan
volume terhadap
volume awal.
Perbandingan tersebut, dikenal dengan Modulus
Elastisitas, dengan rumus :
satuan K = N/m2
Viskositas
. Viskositas
merupakan ukuran ketahanan fluida terhadap deformasi atau perubahan bentuk. Viskositas dipengaruhi oleh temperatur, tekanan kohesi dan laju perpindahan momentum molekularnya. Viskositas/kekentalan fluida merupakan sifat cairan yang
menentukan besarnya perlawanan terhadap gaya geser.
dimana :
τ = tegangan geser (N/m2)
µ = kekentalan dinamik (Nd/m2)
Dalam beberapa masalah mengenai gerak cat cair, kekentalan absolut dihub dengan rapat massa (rapat jenis) dalam bentuk :
dimana ;
v = kekentalan kinematik (m2/d)
Parameter Fluida
Parameter Fluida
1. Densitas (Rapat Jenis) ρ
yaitu, ukuran untuk konsentrasi zat tersebut dan dinyatakan dalam massa per satuan volume.
dengan, ρ = rapat jenis (kg/m3)
m = massa (kg)
V =
volume (m3)
Hubungan antara densitas dengan berat jenis, ,
(N/m3), sedangkan rapat relatif :
kerapatan
air pada tekanan
standart
700 mm Hg dan temperatur 40C
= 1000 kg/m3
Proses Pengecoran Logam
PROSES PENGECORAN LOGAM
Menurut jenis cetakan yang digunakan proses pengecoran dapat diklasifikan
menjadi dua katagori :
1. Pengecoran dengan cetakan sekali pakai.
2. Pengecoran dengan cetakan permanen.
Pada proses pengecoran dengan cetakan sekali pakai, untuk mengeluarkan produk
corannya cetakan harus dihancurkan. Jadi selalu dibutuhkan cetakan yang baru
untuk setiap pengecoran baru, sehingga laju proses pengecoran akan memakan
waktu yang relatif lama. Tetapi untuk beberapa bentuk geometri benda cor
tersebut, cetakan pasir dapat menghasilkan coran dengan laju 400 suku cadang
perjam atau lebih.
Pada proses cetakan permanen, cetakan biasanya di buat dari bahan logam, sehingga
dapat digunakan berulang-ulang. Dengan demikian laju proses pengecoran lebih
cepat dibanding dengan menggunakan cetakan sekali pakai, tetapi logam coran yang
digunakan harus mempunyai titik lebur yang lebih rendah dari pada titik lebur logam
cetakan.
Cetakan Pasir : cetakan pasir merupakan cetakan yang paling banyak digunakan,
karena memiliki keunggulan :
Dapat mencetak logam dengan titik lebur yang tinggi, seperti baja, nikel dan
titanium;
Dapat mencetak benda cor dari ukuran kecil sampai dengan ukuran besar;
Jumlah produksi dari satu sampai jutaan.
Tahapan pengecoran logam dengan cetakan pasir :
Dalam gambar 3.1 ditunjukkan tahapan pengecoran logam dengan menggunakan
cetakan pasir sebagai berikut :
Pembuatan pola, sesuai dengan bentuk coran yang akan dibuat;
Persiapan pasir cetak;
Pembuatan cetakan;
Pembuatan inti (bila diperlukan);
Peleburan logam;
Penuangan logam cair kedalam cetakan;
Pendinginan dan pembekuan;
Pembongkaran cetakan pasir;
Pembersihan dan pemeriksaan hasil coran;
Produk cor selesai.
Menurut jenis cetakan yang digunakan proses pengecoran dapat diklasifikan
menjadi dua katagori :
1. Pengecoran dengan cetakan sekali pakai.
2. Pengecoran dengan cetakan permanen.
Pada proses pengecoran dengan cetakan sekali pakai, untuk mengeluarkan produk
corannya cetakan harus dihancurkan. Jadi selalu dibutuhkan cetakan yang baru
untuk setiap pengecoran baru, sehingga laju proses pengecoran akan memakan
waktu yang relatif lama. Tetapi untuk beberapa bentuk geometri benda cor
tersebut, cetakan pasir dapat menghasilkan coran dengan laju 400 suku cadang
perjam atau lebih.
Pada proses cetakan permanen, cetakan biasanya di buat dari bahan logam, sehingga
dapat digunakan berulang-ulang. Dengan demikian laju proses pengecoran lebih
cepat dibanding dengan menggunakan cetakan sekali pakai, tetapi logam coran yang
digunakan harus mempunyai titik lebur yang lebih rendah dari pada titik lebur logam
cetakan.
Cetakan Pasir : cetakan pasir merupakan cetakan yang paling banyak digunakan,
karena memiliki keunggulan :
Dapat mencetak logam dengan titik lebur yang tinggi, seperti baja, nikel dan
titanium;
Dapat mencetak benda cor dari ukuran kecil sampai dengan ukuran besar;
Jumlah produksi dari satu sampai jutaan.
Tahapan pengecoran logam dengan cetakan pasir :
Dalam gambar 3.1 ditunjukkan tahapan pengecoran logam dengan menggunakan
cetakan pasir sebagai berikut :
Pembuatan pola, sesuai dengan bentuk coran yang akan dibuat;
Persiapan pasir cetak;
Pembuatan cetakan;
Pembuatan inti (bila diperlukan);
Peleburan logam;
Penuangan logam cair kedalam cetakan;
Pendinginan dan pembekuan;
Pembongkaran cetakan pasir;
Pembersihan dan pemeriksaan hasil coran;
Produk cor selesai.
Langganan:
Postingan (Atom)